Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
"Are you ready ..?? Yesss... !!" Anak-anak usia 3-5 tahun berteriak kencang menjawab yel-yel dari ibu guru. Begitulah jawaban anak-anak PAUD Kbita Kids saat mereka berbaris atau siap untuk belajar.
PAUD KBITA Kids merupakan pendidikan untuk Anak Usia Dini di daerah kumuh perkotaan yang berorientasi pada Prinsip Dasar KHA (Konvensi Hak Anak) yaitu non diskrimasi; bahwa semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk dapat menikmati pendidikan tanpa memandang bahasa, jenis kelamin, suku bangsa, agama dan tingkat sosial.
Dengan kegiatan KBITA Kids, Yayasan AULIA berharap agar anak terpenuhi haknya, tidak dieksploitasi, mendapat kesempatan untuk bermain, memudahkan melakukan monitoring kesehatannya serta membangun potensi yang kuat pada usia dininya sehingga hal ini menjadi penopang bagi perkembangan anak tersebut memasuki pendidikan lanjutan, karir maupun hidup di tengah masyarakat.
Pembelajaran di PAUD KBITA Kids mengembangkan 6 aspek perkembangan anak yaitu : Pengembangan Moral & Sosio Emosional Anak, Fisik, Bahasa, Kognitif, Seni, dan Prilaku. Kurikulum yang digunakan oleh PAUD Kbita Kids adalah kurikulum yang telah disesuaikan dengan kebutuhan anak setelah melalui proses observasi.
Sementara anak ikut kegiatan PAUD, orangtuanya diberikan penyuluhan tentang bermacam-macam topik yang relevan dengan kepentingan anaknya.

Kelas Tanpa Dinding (Outdoor Activity)
Selain melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas, anak-anak sering diajak melakukan kegiatan diluar ruangan. Kegiatan ini dilakukan untuk mengenalkan pada anak-anak usia dini tentang konsep yang sebenarnya dan sesuai dengan motto PAUD yaitu Bermain Sambil Belajar.
Kegiatan-kegiatan yang biasa dilakukan di luar ruangan yaitu : bermain bola, pengenalan lingkungan dengan berkeliling kampung melihat tempat bersih dan kotor, wisata edukasi, karnaval dengan baju profesi atau baju daerah, dan masih banyak lagi kegiatan yang dilakukan di luar kelas.

Kebersihan Diri & Sadar Gizi (DARZI)
Setiap seminggu sekali diadakan kegiatan Sadar Gizi (DARZI). Pada saat istirahat anak-anak diberikan makanan tambahan yang dimasak oleh orangtua murid secara bergiliran. Menu-menu yang dimasak secara sehat dibuat oleh divisi kesehatan Yayasan Aulia dan orangtua murid diberikan penyuluhan menu sehat. Mereka lalu mempraktekkan sendiri dan dibuat jadwal piket memasak. Hasilnya menurut evaluasi 54% orangtua mengatakan bahwa dengan adanya DARZI mereka lebih mengetahui aneka makanan sehat. Beberapa anak yang hanya menyukai makanan tertentu terpengaruh oleh temannya dan mulai menyukai makanan yang bervariasi. "Sekarang udah lumayan, bu.. mau makan ayam di cuil-cuil dikit.. kalo dulu mah susah ..!" kata seorang ibu yang anaknya tidak suka makan ayam dan ikan.
Begitu pula dengan prilaku kebersihan diri mereka, saat ini jika ingin berangkat sekolah mereka ingin selalu tampak bersih dan harum, anak-anak meminta ibunya menggunting kukunya katanya , "biar dapet stempel dari bu Guru.." ataupun anak yang akan meminta di cuci rambutnya biar harum dan nggak ada kutunya dan selalu menggosok giginya supaya bersih. Anak-anak usia dini inilah yang kemudian mengajarkan bahkan menuntut orangtuanya untuk menjaga kebersihan.