Micro Finance

Bantuan Modal Usaha Kecil (Micro Finance)

Pada umumnya para orangtua anak dampingan bekerja di sektor informal seperti kuli bangunan, tukang cuci, pemulung, tukang parkir, kuli bongkar muat di pelabuhan, tukang ojek, sopir bajaj, penyapu jalan, pengemis - pengamen di lampu merah dan lain sebagainya, penghasilan mereka tidak menentu.

Sasaran anggota terutama para ibu anak dampingan, karena mereka dianggap yang paling berperan dalam kesejahteraan anak dan keluarga, dengan demikian dapat lebih bertanggung jawab.

Micro Finance mempunyai tujuan utama agar mereka secepatnya mandiri dan tidak tergantung pada Yayasan AULIA, yaitu dengan hidup berkesinambungan dan lebih layak. Tujuan lainnya, menghindari jeratan para rentenir yang meminta bunga 30 - 40% per bulan.

Untuk memenuhi kebutuhan ini, Yayasan AULIA kemudian memfasilitasi berdirinya Kelompok Swadaya Masyarakat Koperasi PRIMA MANDIRI dengan melakukan kegiatan Simpan Pinjam dan Pinjaman Kelompok Berjangka.

Simpan Pinjam (dari anggota untuk anggota)
Para anggota secara perorangan dapat menabung untuk suatu keperluan yang direncanakan misalnya untuk kebutuhan lebaran, khitanan anak, biaya pendaftaran sekolah, pulang kampung, perbaikan rumah / biaya kontrak rumah, membeli sepeda motor, beli tanah dan atau membuat rumah serta kebutuhan lainnya.

Setelah menabung mereka dapat meminjam sesuai dengan aturan yang berlaku.

Pinjaman Kelompok Berjangka (dari anggota untuk kelompok)
Para anggota terdiri dari sedikitnya lima orang untuk satu kelompok. Kelompok kemudian menentukan persetujuan atau penolakan pinjaman anggotanya. Kelompok juga bertanggungjawab atas kewajiban anggotanya. Besarnya pinjaman diberikan sesuai aturan yang telah disepakati. Pinjaman digunakan untuk bantuan modal usaha kecil.

PAUD
Gempita
Kelompok Belajar
Remalia
Perpus Keliling
Sosialisasi
Kesehatan
Bantuan Darurat
Micro Finance
Yayasan Aulia adalah lembaga yang independen, nirlaba, dan non partisan.