Sosialisasi

PENDIDIKAN

Sosialisasi Konvensi Hak Anak (KHA)
Banyaknya anak yang dibawa orangtuanya turun ke jalan dan perlakuan guru yang kasar kepada siswa membuat Yayasan Aulia melakukan kegiatan Sosialisasi tentang Konvensi Hak Anak (KHA).

Sosialisasi KHA ini ditujukan kepada para guru, orangtua, remaja dan anak-anak. Tujuannya adalah memberikan pemahaman mengenai hak anak sehingga dapat mengurangi terjadinya pelanggaran dan kekerasan kepada anak baik di rumah, maupun di sekolah.

Bagi anak-anak sendiri, setelah mereka mengerti dan paham tentang hak-hak mereka, diharapkan mereka berani melakukan tindakan pembelaan (advokasi) apabila haknya dilanggar.

Pelatihan Kesetaraan Gender
Pemahaman tentang Gender tidaklah mudah, karena seringkali berbeda dengan kebudayaan, keyakinan dan adat istiadat yang sudah ada, apalagi pada masyarakat yang berorientasi patriakhi.
Kaum perempuan seringkali sudah terbentuk dan dibentuk dalam pemahaman stereotip tertentu.

Bahkan yakin hal tersebut semata - mata adalah karena kodratnya, sebagai perempuan dan dengan senang hati serta penuh pengorbanan mau melakukannya.

Sosialisasi tentang Kesetaraan Gender dilakukan bersamaan dengan sosialisasi KHA (Konvensi Hak Anak) pada kelompok sasaran yang sama (guru, orangtua dan anak dampingan Yayasan AULIA).

Advokasi Akte Kelahiran
Akte Kelahiran adalah Hak Anak yang utama. Banyak anak dampingan Yayasan AULIA yang tak mempunyai Akte Kelahiran. Anak dampingan Yayasan AULIA adalah anak asli Indonesia, lahir dan dibesarkan dari - oleh orangtua Indonesia dan berbahasa serta berbudaya Indonesia, berhak memperoleh Akte Kelahiran tanpa perlu dipungut bayaran.

Oleh karenanya bersama-sama dengan mitra LSM yang mempunyai semangat sama, Yayasan AULIA melakukan tindakan advokasi dan kampanye.

Pelatihan Pendidikan Perdamaia
Akhir-akhir ini sering terjadi tawuran (terutama di Jakarta). Remaja-remaja yang jiwanya sangat labil, dan penuh emosi mudah terpengaruh dan terjadilah tawuran. Akibatnya remaja menjadi korban sekaligus pelaku tindak kejahatan.

Maka dari itu Yayasan Aulia memberikan pelatihan pendidikan perdamaian yang disertai dengan pelatihan KHA sehingga dengan pelatihan ini siapapun bisa saling menghargai dan menghormati hak orang lain serta menerima adanya perbedaan.

Peer Education
Semua pelatihan yang diberikan kepada remaja dilakukan dengan menggunakan metode Peer Education (penyuluhan untuk remaja oleh remaja), karena kebanyakan remaja memiliki kelompoknya sendiri. Mereka akan lebih mendengarkan teman dibanding orangtua mereka sendiri.
Orangtua, Pekerja Sosial, dan Penyuluh terkadang sulit untuk bisa diterima di kelompok remaja, apalagi untuk memberikan informasi tentang masalah mereka.

Penyuluhan Bahaya Narkoba
Penyuluhan ini lebih ditujukan kepada para remaja yang kami dampingi. Seringkali karena kurangnya informasi, para remaja terjerumus menjadi pengguna narkoba. Hal ini diperparah dengan maraknya penjualan narkoba di lokasi dampingan Yayasan AULIA sehingga siapapun mudah mendapatkan. Terlebih lagi remaja yang masih rentan dan labil.

Penyuluhan ini dimaksudkan agar remaja mendapat pengetahuan tentang narkoba sehingga dapat mencegah diri tidak terjerumus ke dalamnya.

Pendidikan Seks
Pergaulan bebas membuat remaja melakukan hubungan sex tanpa mengerti bahaya dan akibatnya. Pengetahuan untuk terhindar dari penyakit menular sexual belum banyak diketahui, sehingga bahaya HIV&AIDS mengancam mereka.

Keadaan seperti tersebut di atas membuat Yayasan AULIA melakukan penyuluhan kepada orangtua dan remaja tentang : Penyakit Menular Seksual, Kesehatan Alat Reproduksi, dan Pernikahan Dini.

Penyuluhan Orangtua Anak di PAUD Kbita Kids
Dari pengamatan dan penelitian terhadap karakter masyarakat di lokasi dampingan Yayasan AULIA ternyata sebagian besar dari masyarakat terbiasa mendidik anak dengan cara kekerasan dan paksaan, fisik maupun psikis, sehingga anak menjadi tertekan dan dengan mudah meniru kebiasan-kebiasan yang diterima dari orang dewasa sekitarnya. Selain itu kebanyakan orangtua murid tidak begitu mengapresiasi dengan pujian atau ucapan yang baik apabila anaknya sudah melakukan hal yang baik, tetapi lebih melarang sesuatu hal yang mereka anggap buruk, contohnya seperti: apabila anaknya sudah bisa makan sendiri, jarang orangtua yang memberikan pujian untuk anaknya karena itu dianggap biasa bagi mereka. Apabila anaknya berlarian di kelas orangtua akan berteriak-teriak melarang anaknya berlarian.

Peran serta orangtua dalam mendidik anak dan pengetahuan orangtua mengenai tumbuh kembang anak menjadi hal yang sangat penting, maka Yayasan AULIA melibatkan orangtua PAUD dalam kegiatan dengan memberikan ruang untuk mereka sehingga dapat berinteraksi dengan anak-anak. Selain itu, Yayasan AULIA juga memberikan orangtua PAUD pengetahuan tentang Pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini, Penyuluhan Kesehatan Seputar Tumbuh Kembang Anak, Pentingnya Makanan Bergizi Bagi Anak, dan juga Konsep Kebersihan Diri dan Lingkungan.

KESEHATAN

Pelatihan Posyandu
Melakukan posyandu tentunya akan melibatkan partisipasi masyarakat. Masyarakat lingkungan kumuh dampingan Yayasan AULIA masih sangat kurang pengetahuannya mengenai posyandu. Untuk itu perlu diadakan pelatihan tata laksana penyelenggaraan posyandu agar mereka dapat melayani kebutuhan masyarakat terutama bayi balita serta ibu hamil.

Pelatihan ini diberikan kepada kader-kader kesehatan yang berasal dari masyarakat sekitar. Materi atau informasi yang diberikan selama pelatihan antara lain : penimbangan balita, pencatatan, pengisian KMS, cara memberikan penyuluhan sederhana kepada ibu-ibu, dll.

Pelatihan Pos Obat
Pos obat juga merupakan salah satu kegiatan di masyarakat dampingan Yayasan AULIA. Sebelum mengadakan pos obat-obatan, kader-kader kesehatan mendapatkan pelatihannya terlebih dahulu agar mampu dan siap dengan kegiatan tersebut. Pos obat ini dilakukan di rumah salah satu warga. Bagi mereka yang sakit dapat pergi ke rumah kader tersebut untuk mendapatkan obat. Pos obat ini berupa lemari yang berisi obat-obatan yang aman dikonsumsi masyarakat.

Pelatihan ASI
Air Susu Ibu adalah sumber zat gizi yang penting dan baik bagi bayi. Oleh karenanya informasi mengenai hal tersebut penting pula disosialisasikan kepada ibu-ibu karena banyak ibu di wilayah dampingan Yayasan Aulia yang tidak memberikan ASI kepada anak mereka dengan alasan yang bermacam-macam. Walaupun demikian, sudah menjadi kodrat seorang ibu untuk menyusui anaknya.

Pelatihan ini dihadiri oleh ibu-ibu warga masyarakat dampingan Yayasan AULIA dan juga para kader kesehatan. Pelatihan diberikan dengan peragaan dan audio-video. Pelatihan ini dimaksudkan agar kader dapat mensosialisasikan pada masyarakat manfaat ASI, mencegah gangguan gizi pada balita, manfaat ekonomis ASI, mensukseskan program ASI eksklusif.

Penyuluhan Dengue Haemorragic Fever
Penyuluhan diberikan kepada para kader dan masyarakat dampingan. Materi yang diberikan antara lain :

  • Pengertian dan faktor penyebar DHF
  • Pencegahan, gejala klinis dan mediasi DHF
  • Pengobatan DHF
  • Ovitrap / cara pembuatan Ovitrap

Penyuluhan Imunisasi
Imunisasi masih menjadi pro dan kontra di Indonesia. Hal ini juga berdampak pada masyarakat dampingan kami. Sebagian besar bayi balita tetap diberikan imunisasi. Akan tetapi tidak jarang pula ibu-ibu yang memilih tidak mengimunisasi anaknya dengan alasan takut demam.

Informasi seperti itulah yang diperlukan masyarakat terutama ibu-ibu yang memiliki balita. Dalam penyuluhan ini Yayasan Aulia memberikan informasi seputar: manfaat imunisasi, jenis-jenisnya, jadwal pemberian imunisasi, dan juga efek sampingnya.

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

Perempuan Usaha Berkelompok
Ada perempuan merasa tidak mampu, tidak mempunyai potensi, perlu mendapat sumbangan, padahal tanpa disadari mempunyai potensi yang besar.

Perempuan harus berkelompok, agar setara dengan laki - laki, mampu melakukan usaha yang sama serta mendapatkan hak pendidikan, kesehatan dan akses keuangan yang sama pula (equal treatment).

Sehingga dengan demikian mempunyai "bargaining power" yang kuat dan tak diperlakukan sewenang-wenang.

Ketrampilan Membuat Kue
Karena kegiatan Pemberdayaan Perempuan bertujuan untuk meningkatkan penghasilan keluarga maka perlu diberikan bekal keterampilan praktis, agar dapat berhasil dalam usahanya.

Diharapkan keterampilan yang diperoleh berguna untuk memulai satu usaha dengan modal yang kecil dan dengan demikian akan meningkatkan pendapatan keluarga.

Bekerja sama dengan PT Bogasari, KSM Koperasi Prima Mandiri mengadakan pelatihan membuat bermacam - macam kue.

Pelatihan Mengatur Anggaran Belanja
Orangtua dari anak dampingan Yayasan AULIA yang bekerja sebagai pedagang asongan, pengamen dan pemulung, penghasilannya tidak menentu. Demikian juga pengeluarannya tidak terencana dengan baik (mudah dapat, mudah habis). Selain Orangtua, anak-anak dampingan Yayasan AULIA yang setelah lulus SMK kebanyakan dari mereka langsung bekerja sehingga mereka masih belum bisa untuk mengatur keuangan yang baik.

Oleh karena itu Yayasan AULIA memberikan Pelatihan tentang mengatur Anggaran Belanja, dan materi yang diberikan di antaranya : bagaimana membuat buku kas keluarga, membedakan kebutuhan primer dan sekunder, menentukan besarnya pengeluaran rutin setiap bulannya, memperkenalkan perhitungan dan rumus menabung.

Ketrampilan Praktis
Tidak semua anak beruntung dapat melanjutkan sekolahnya, jikalau orangtua tidak dapat bekerja, meninggal, bercerai, kawin lagi, maka dampak pertama biasanya datang pada anak perempuan, apalagi jika anak perempuannya lebih tua dari saudaranya yang lain. Terlebih lagi jika terjadi kehamilan di luar nikah.

Mereka yang mengalami putus sekolah dapat mengikuti kegiatan kursus ketrampilan yang diadakan Yayasan AULIA yaitu menjahit dan atau komputer tanpa dipungut biaya. Kursus yang dilakukan secara sederhana, praktis, cepat dan semudah mungkin, diselenggarakan di gedung Yayasan AULIA. Seminggu dua kali seorang guru menjahit datang untuk mengajar.

Biasanya mereka dapat langsung bekerja di pabrik garmen atau menerima jahitan di rumahnya.

PAUD
Gempita
Kelompok Belajar
Remalia
Perpus Keliling
Sosialisasi
Kesehatan
Bantuan Darurat
Micro Finance
Yayasan Aulia adalah lembaga yang independen, nirlaba, dan non partisan.