Tentang Kami

Latar Belakang

Sebagian dari mereka datang dari desa dengan harapan mendapat pekerjaan, padahal tidak mempunyai keterampilan apapun juga, akhirnya terdampar hidup miskin, tinggal di permukiman kumuh dengan status yang tidak jelas. Dalam keadaan darurat mereka terpaksa meminjam uang dari rentenir/lintah darat. Posisi mereka yang masih dianggap kelompok marginal oleh pemerintah membuat mereka kurang mendapat akses pelayanan publik seperti listrik, air bersih, pelayanan kesehatan, sarana pendidikan untuk balita dan bantuan modal dari pemerintah. Masalah selalu bermunculan, seperti ketika hujan turun, rumah mereka terendam air kotor (banjir), kurang informasi/pendidikan, tidak ada pendidikan anak usia dini. Bayi/balita diperlakukan kasar dengan gizi buruk, kadang-kadang diperalat/disewakan untuk mengemis. Ibu yang belum dewasa melahirkan bayi karena "kecelakaan" tidak siap bahkan tidak mengerti bagaimana mengurusnya. Seringkali terjadi kekerasan dalam rumah tangga. Orangtua dan anak belum mengetahui tentang Hak-Hak Anak.

Menyadari masalah yang ada, Yayasan AULIA berusaha menggulirkan Program terpadu yaitu : Program Pendidikan yang didukung Program Kesehatan dan Program Pemberdayaan (Bantuan Modal Usaha Kecil/Micro Finance). Mengingat kegiatan ini menyentuh beberapa sektor di masyarakat sekaligus tentu saja masyarakat harus diikutsertakan sejak dini.

Yayasan AULIA adalah organisasi yang independen, nirlaba dan non partisan, didukung oleh LSM Internasional dan lokal.

 

Sejarah Yayasan AULIA

Tahun 1978 Sekelompok orang melakukan kegiatan dengan melayani mereka yang tak mempunyai rumah dan tak mempunyai pekerjaan. Akhirnya kelompok ini menemukan bahwa yang paling membutuhkan perhatian dan perlindungan adalah anak-anak.

Tahun 1980 Dimulai usaha untuk memenuhi tuntutan keadaan; terdapat banyak anak-anak jalanan di perempatan lampu merah, pusat perbelanjaan, terminal bis dan stasiun kereta api di Jakarta. Dengan penuh kesadaran bahwa anak yang hidup di jalan itu pada hakikatnya sama dengan anak yang mempunyai kehidupan yang layak sebagai anak manusia. Menyikapi tuntutan keadaan tersebut, jawaban diberikan dengan menerima dan mengakui setiap anak sebagai satu pribadi.

Tahun 1992 Setelah belajar dari pengalaman selama 12 tahun melayani anak-anak yang hidup di jalan maka mulai tahun ini Yayasan AULIA melayani dengan menampung mereka sejak bayi (karena mereka adalah yang terlemah dan mudah di eksplotasi) hingga remaja, baik anak perempuan maupun anak laki-laki.

Pada tanggal 18 April 1995 Yayasan AULIA berdiri secara resmi dan mempunyai status legal yang lengkap.

Tahun 1995 Pada bulan Juni penampungan pindah ke D.I. Yogyakarta sedangkan pelayanan dan pendampingan kepada anak jalanan dan anak di lingkungan kumuh kota Jakarta tetap diteruskan.

Tahun 1998 Ketika terjadi krisis moneter, Yayasan AULIA menyadari bahwa melayani anak berarti juga memperhatikan seluruh keluarganya, dengan demikian pelayanan yang bersifat karitatif tidaklah cukup, perlu adanya pemberdayaan di masyarakat, masa transisi perubahan pelayanan ini merupakan tahun-tahun yang sangat berat bagi Yayasan AULIA.

Pertengahan tahun 2012 Rumah Perlindungan Anak Aulia yang bertempat di Pakem D.I. Yogyakarta, tidak lagi di bawah naungan Yayasan Aulia dan menjadi lembaga independen.

 

Visi dan Misi

Tujuan
Yayasan AULIA melayani orang yang ditolak atau merasa ditolak oleh keluarga dan atau masyarakat di lingkungannya, dengan memupuk rasa solidaritas masyarakat terhadap mereka serta membimbing mereka ke arah kemandirian dalam rangka pembangunan masyarakat.

Visi
Tercapainya kehidupan manusia agar mampu tumbuh dan berkembang dalam suasana penuh cinta kasih untuk sesama.

Misi
Melayani orang yang ditolak atau merasa ditolak.

Motto
- Setiap pribadi lebih berharga dari seluruh dunia.
- Manusia tidak hidup dari nasi saja.

 

Arti Logo

Arti Kata Aulia
Kata "AULIA" adalah tulisan seorang anak, karena Yayasan AULIA melayani dan milik anak-anak. Sedangkan arti huruf "AULIA" adalah: wali, pelindung, penolong, buah kasih sayang diambil dari huruf Arab kuno.

Arti Logo Aulia : Daun Kecil
Daun kecil dari suatu tumbuhan yang menjalar di tanah, biasanya dekat rerumputan. Ia tumbuh di mana-mana, di desa, di kebun, di taman kota, di taman rumah mewah, di taman gedung bertingkat, di jalur hijau jalan raya, dan juga di sela-sela perumahan kumuh.

Daun ini merupakan simbol dari anak-anak yang kami layani: anak dari kelas bawah, lahir karena "cinta" dan yang hidup serta tumbuh dalam lingkungan masyarakat yang keras dan kadang-kadang kejam dan berada di mana-mana.

Satu daun berbentuk tiga hati (tiga hati yang disatukan di pucuk tangkai daun) melambangkan kesatuan dan persatuan bapak, ibu dan anak oleh dan dalam cinta.

Arti Warna Logo Aulia
Warna Daun Hijau Muda dan Cerah adalah simbol kehidupan dan pengharapan; mencerminkan anak-anak yang kita layani: muda, riang gembira, yang hidup penuh harapan.

 

Pendiri Yayasan Aulia

 

Eddy Hidayat

Pendiri dan Pembina
Yayasan Aulia
bertempat tinggal di Jakarta

Eddy Hidayat
Lestari Projosuto

Lestari Projosuto

Pendiri Yayasan Aulia
bertempat tinggal di Yogyakarta

 

Sejarah
Visi dan Misi
Arti Logo
Pendiri
Yayasan Aulia adalah lembaga yang independen, nirlaba, dan non partisan.